KEKAYAAN INTELEKTUAL UNTUK NEGERI

Akhir-akhir ini banyak produk kreatif Indonesia yang sebagian besar warisan budaya bangsa banyak di klaim oleh negara tetangga, padahal bila negara lebih memberikan perhatian atau kemudahan dalam pemberian Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) pada produk tersebut

TEKNIK AKUNTANSI KEUANGAN SEKTOR PUBLIK

teori akuntansi memiliki kaitan yang erat dengan akuntansi keuangan, terutama pelaporan keuangan kepada pihak eksternal. Suatu teori perlu didukung oleh berbgai riset yang didalamnya terdapat hipotesa-hipotesa yang diuji kebenarannya.

KARAKTERISTIK DAN LINGKUNGAN SEKTOR PUBLIK

stilah “sektor publik” sendiri memiliki pengertian yang bermacam-macam. Hal tersebut merupakan konsekuensi dari luasnya wilayah publik,sehingga setiap disiplin ilmu (ekonomi, politik, hukum, dan sosial) memilikicara pandang dan definisi yang berbeda-beda.

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI : PERSPEKTIF AKUNTAN

Jika memperhatikan arus informasi internal dan eksternal. Dapat di ketahui bahwa ada 3 pelaku interaksi antara perusahaan dengan para pengguna dalam lingkunagn eksternal yaitu pemegang kepentingan dengan pemasok dan pelanggan.

PENGANTAR PROSES TRANSAKSI DAN PENGENDALIAN INTERNAL

Terdapat tiga siklus transaksi yang memproses sebagian besar aktivitas ekonomi perusahaan, yaitu pengeluaran, siklus konversi, dan siklus pendapatan.

Kamis, 05 Desember 2013

KONSEP dan PRINSIP AKUNTANSI MENURUT PERSPEKTIF ISLAM بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّØ­ْÙ…َÙ†ِ اارَّØ­ِيم .


tentang konsep dan prinsip akuntansi dalam perspektif islam..

Seperti yang kita tahu bahwa akuntansi adalah pencatatan, penggolongan, dan pengiktisaran yang umumnya bersifat keuangan yang nantinya akan menghasilkan suatu laporan yang disebut laporan keuangan..

Namun bagaimanakah jika akuntansi tersebut dipandang dari perspektif islam?

Islam adalah agama yang syar’i, dimana islam adalah agama yang membawa pedoman hidup yang diturunkan langsung dari Allah SWT..
Sebagai agama yang berisi tentang pedoman hidup, maka dapat dianalogikan bahwa islam mengajarkan tentang kejujuran, tentang kepercayaan, dan tentang tanggungjawab yang besar..
Maka dari pengertian akuntansi dan pengertian islam itulah akhirnya dapat dibayangkan tentang pandangan agama islam mengenai akuntansi..





Akuntansi dalam pandangan islam memiliki sifat sebagai berikut:
1.    Penentuan laba rugi yang tepat
2.    Mempromosikan dan menilai efisiensi kepemimpinan
3.    Ketaatan pada hukum syariah
4.    Keterikatan pada keadilan
5.    Melaporkan dengan baik
6.    Perubahan dalam praktek akuntansi (Muhammad Akram Khan, 1992)


Dari keenam sifat itu, dapat saya jabarkan seperti ini:
Karena islam menjunjung tinggi akan kejujuran maka penentuan laba rugi yang tepat itu memang adalah jelas harus dilakukan artinya ketika melakukan pengiktisaran pada laporan laba rugi nilai yang harus dicatat tepat dan sesuai dengan kenyataan yang ada..
Berapa pendapatan yang diterima, berapa biaya yang dikeluarkan, dan berapa laba rugi harus dicatat dengan sesuai yang terjadi, tidak boleh ada rekayasa..
Kemudian, efisiensi kepemimpinan dalam sebuah perusahaan tentu wajib dijalani seorang pemimpin yang jujur!
Dapat dilihat keefektifan sebuah perusahaan dari gaya manajemennya..
Manajemen yang jujur dianggap akan menghasilkan kinerja yang sangat baik..
Hukum syariah yang dipegang menjadi pedoman paling penting di dalam perusahaan yang berbasis syariah..
Keadilan yang dijunjung tinggi juga menjadi hal yang paling penting, karena ketika seseorang adil dalam segala aktivitasnya maka akan ketahuan apakah kinerja seseorang tersebut baik atau tidak..
Apalagi ketika masuk dalam perusahaan yang berbasis syariah..
Karena sumber hukumnya adalah Alqur’an dan Assunah, maka sebenarnya dengan mudah dapat dipastikan bahwa seseorang akan lebih berhati-hati dalam tindakannya dan akan lebih bertanggung jawab atas apa yang ia kerjakan..

Setelah kita mengetahui dasar atau basicnya maka dengan mudah prinsip system keuangan islam dapat juga dijabarkan sebagai berikut:

1.    Pelarangan riba. Riba (dalam bahasa arab) dapat didefinisikan sebagai kelebihan atas sesuatu akibat pen jualan ataupun pinjaman..
2.    Pembagian resiko. Hal ini merupakan konsekuensi logis dari pelarangan riba yang menetapkan hasil bagi pemberi modal dimuka..
3.    Tidak menganggap uang sebagai modal potensial..
4.    Larangan melakukan kegiatan spekulatif..
5.    Kesucian kontrak..
6.    Aktivitas usaha harus sesuai dengan syariah..

Dari ke 6 prinsip system keuangan islam diatas, sudah jelas sekali bahwa riba diharamkan dengan alasan apapun.. Aktivitas usaha harus sesuai dengan syariah, artinya jauh dari hal-hal yang diharamkan oleh agama islam.. Tidak menganggap uang sebagai modal potensial artinya ketika melakukan usaha yang dijadikan tujuan utama bukan uang, namun adalah hubungan social yang paling penting dilihat.. Larangan melakukan kegiatan spekulatif adalah larangan untuk melakukan tindakan menduga-duga.. Kesucian kontrak dapat diartikan sebagai perjanjian-perjanjian yang ada, atau dalam syariah disebut akad, harus benar-benar jujur tidak ada yang direkayasa, dengan begitu akad tersebut dapat disebut suci..

Islam mengajarkan segala sesuatu dilakukan secara positif, artinya tidak ada kegiatan yang dapat menimbulkan dosa dalam hubungannya dengan Maha Pencipta.. Oleh karena itu dibutuhkan prinsip-prinsip yang harus dimiliki oleh setiap individu di dalam perusahaan-perusahaan yang berbasis syariah..

Ohhhh yaaaaa lupa! Daritadi saya selalu bilang perusahaan-perusahaan yang berbasis syariah, mungkin lebih spesifiknya bahwa lembaga keuangan syariah dapat dikelompokkan menjadi dua:
1)    Lembaga Keuangan Bank Syariah :
a.    Bank Umum Syariah
b.    BPR Syariah
2)    Lembaga Keuangan Non Bank Syariah :
a.    Bersifat investasi, contohnya reksadana syariah
b.    Bersifat kontraktual, contohnya asuransi syariah, leasing syariah, pegadaian syariah

Nah setelah kita tahu itu, maka lebih lanjut adalah perilaku individu dan kelompok dalam syariah wajib memiliki prinsip-prinsip berikut :
1.    Prinsip Pertanggungjawaban
Prinsip pertanggungjawaban sangat tidak asing di telinga kita semua. Pertanggung jawaban berkaitan langsung dengan prinsip amanah, atau dapat dipercaya.
Maka secara tersirat erat hubungannya seorang yang bertanggung jawab adalah orang yang dapat juga dipercaya.

2.    Prinsip Keadilan
Prinsip keadilan ini bukan hanya penting, namun merupakan nilai yang sangat melekat dalam kehidupan manusia. Dalam konteks akuntansi, keadilan artinya mencatat dengan benar setiap transaksi yang terjadi dalam perusahaan.
Keadilan harus dimiliki oleh setiap individu dalam perusahaan, khususnya seorang pemimpin. Jika seorang pemimpin tidak bisa adil dengan bawahannya, maka dapat dipastikan bahwa bawahan akan meniru attitude dari pemimpinnya.

3.    Prinsip Kebenaran
Kebenaran erat hubungannya dengan keadilan, sama dengan prinsip keadilan bahwa setiap transaksi yang terjadi harus dicatat dan diukur dengan nilai yang benar, tidak ditambahi dan tidak juga dikurangi.

Adapun prinsip akuntansi syariah yang diperkenalkan oleh islam secara garis besarnya adalah sbb:

a)    Transaksi yang menggunakan prinsip bagi hasil seperti mudharabah, musyarakah..
b)    Transaksi yang menggunakan prinsip jual beli seperti murabahah, sala, dan istishna..
c)    Transaksi yang menggunakan prinsip sewa, seperti ijarah..
d)    Transaksi yang menggunakan prinsip titipan, seperti wadi’ah..
e)    Transaksi yang menggunakan prinsip penjaminan, seperti rahn..

Demikian blog kali ini yang bisa saya tulis, terimakasihhhh.. Semoga bermanfaat!!!!!!!!

sumber : http://fidyarahmah.blogspot.com/2012/04/konsep-dan-prinsip-akuntansi-menurut.html

SIKLUS KONVERSI

LINGKUNGAN  MANUFAKTUR TRADISIONAL
Siklus konversi tradisional terdiri atas dua subsistem: sistem produksi dan sistem akuntansi biaya.
SISTEM PRODUKSI
Sistem produksi melibatkan perencanaan, penjadwalan, dan kontrol produk fisik melalui proses manufaktur. Dalam hal ini termasuk juga menentukan kebutuhan bahan baku, otorisasi pelepasan bahan baku ke produksi dan pekerjaan yang harus dilakukan, serta mengarahkan pergerakan WIP ke berbagai tahap proses mannufaktur.
Bergantung pada produk yang sedang dimanufaktur, suatu perusahaan akan menerapkan satu dari metode berikut:
·         Proses berkelanjutan menciptakan produk yang homogen melalui serangkaian prosedur standar yang berkelanjutan.
·         Pemrosesan batch menghasilkan kelompok-kelompok (batch) produk yang terpisah. Setiap item dalam batch adalah sama, membutuhkan bahan baku dan operasi yang sama.
·         Pemrosesan membuat untuk pesanan melibatkan pabrikasi produk-produk terpisah sesuai dengan spesifikasi pelanggan. Proses ini dimulai oleh pesanan penjualan dan bukannya oleh tingkat persediaan yang menipis.
SISTEM PROSES BATCH
Ada 4 dasar proses yaitu : rencana dan control produksi, kemampuan operasi produksi, pengendalian pemeliharaan persediaan, dan kemapuan akuntansi biaya.
DOKUMEN DALAM SISTEM PEMPROSESAN BATCH
  1. Jadwal produksi adalah perencanaan formal dan otorisasi untuk memulai produksi. Dokumen ini menjelaskan produk spesifik yang dibuat, kuantitas yang diproduksi dalam setiap batch, dan jadwal proses manufaktur untuk memulai dan menyelesaikan produksi.
  2. Tagihan bahan baku (bill of material-BOM) menspesifikasi jenis dan kuantitas bahan baku dan bahan perakitan yang digunakan dalam memproduksi satu unit barang jadi.
  3. Lembar proses kerja (route sheet) menunjukkan jalan produksi untuk sekelompok produk tertentu selama proses manufaktur.
  4. Pesanan pekerjaan (work order) atau pesanan produksi diambil, dari BOM dan kertas rute untuk menspesifikasi bahan baku dan produksi untuk setiap batch.
  5. Tiket untuk bergerak (move tickets) mencatat pekerjaan yang dilakukan untuk setiap pusat pekerjaan dan mengotorisasi pergerakan pekerjaan atau batch dari satu pusat kerja ke pusat kerja lainnya.
  6. Permintaan bahan baku (material requisition) mengotorisasi  penjaga ruang penyimpanan untuk melepaskan bahan baku (dan bahan perakitan lainnya) kepada individu atau pusat kerja dalam proses produksi.
AKTIVITAS PRODUKSI BATCH
                Ada 4 proses aktivitas produksi batch di siklus konversi, yaitu :
1.       Tahap perencanaan produksi dan kontrol.
2.       Material dan kebutuhan operasi
3.       Penjadwalan produksi
4.       Pusat pekerjaan dan penyimpanan gudang
MODEL EOQ
Tujuan dari pengendalian persediaan adalah untuk meminimalkan biaya persediaan dengan tetap memastikan bahwa terdapat persediaan dalam jumlah yang memadai untuk memenuhi permintaan saat ini. Model persedian yang paling sederhana dan umum digunakan adalah jumlah pesanan ekonomi (economic order quantity-EOQ).  Model persediaan yang paling sederhana dan umum digunakan adalah model economic quantity order (EOQ). Model EOQ didasarkan pada asumsi-asumsi yang mungkin tidak selalu merefleksikan realitas ekonomi. Asumsi-asumsi itu adalah:
  1. Permintaan produk konstan dan diketahui dengan pasti.
  2. Waktu tunggu (lead time) – waktu antara menempatkan pesanan persediaan dan waktu tiba pesanan tersebut diketahui dan konstan.
  3. Semua pesanan persediaan tiba dalam waktu yang sama.
  4. Total biaya penempatan pesanan per tahun bervariasi, dan menurun ketika jumlah pesanan meningkat.
  5. Total biaya penyimpanan persediaan (carrying cost) per tahun bervariasi dan meningkat ketika jumlah pesanan meningkat.
  6. Tidak ada diskon kuantitas.
Tujuan dari model EOQ adalah untuk mengurangi biaya persediaan. Parameter penting dalam model ini adalah biaya penggudangan dan biaya pemesanan.
SISTEM AKUNTANSI BIAYA
Subsistem akuntansi biaya dalam siklus konversi mencatat berbagai pengaruh peristiwa yang terjadi dalam proses produksi. Proses akuntansi biaya untuk produksi dimulai ketika departemen perencanaan dan kontrol produksi mengirimkan satu salinan pesanan kerja orisinil ke departemen akuntansi biaya. Petugasnya membantu catatan biaya yang baru untuk batch yang sedang mulai diproduksi dan menyimpannya dalam file WIP (work in process file).
PENGENDALIAN DALAM LINGKUNGAN TRADISIONAL
Pengendalian dalam lingkungan tradisional dimulai dari otorisasi transaksi, pemisahan tugas, supervisi, pengendalian akses, pencatatan akuntansi dan verifikasi independen.
Otorisasi transaksi - Pesanan pekerjaan, tiket untuk bergerak, dan permintaan bahan baku.
Pemisahan tugas – Kontrol persediaan terpisah dari pengawasan persediaan bahan baku dan barang jadi, Akuntansi biaya terpisah dari pusat-pusat kerja, Buku besar umum terpisah dari fungsi akuntansi.
Supervisi – Supervisi mengawasi pemakaian bahan baku dan pencatatan waktu.
Pengandilian akses – Akses fisik terbatas untuk barang jadi, persediaan bahan baku, dan proses produksi. Menggunakan prosedur formal dan dokumen-dokumen untuk melepaskan bahan baku ke produksi.
Pencatatan akuntansi – File pesanan pekerjaan, kertas kerja biaya, tiket untuk bergerak, job ticket, permintaan bahan baku, catatan WIP, dan persediaan barang jadi.
Verifikasi independen - Fungsi akuntansi biaya merekonsiliasikan semua biaya produksi. Buku besar umum merekonsiliasikan keseluruhan sistem.
LINGKUNGAN MANUFAKTUR KELAS DUNIA
Siklus konversi tradisional yang baru saja dijelaskan masih mewakili berbagai prosedur dalam banyak perusahaan di amerika serikat. Akan tetapi, dalam dua dekade terakhir ini, proses manufaktur mengalami banyak perubahan radikal karena perusahaan ingin mencapai status kelas dunia.
FLEKSIBILITAS PRODUKSI
Mencapai fleksibilitas produksi menggabungkan empat karakteristik :
  1.  Reorganisasi fisik pabrik, cenderung berubah sedikit –sedikit selama beberapa tahun menjadi aktivitas yang berurutan.
  2. Otomatisasi proses produksi, adalah inti dari lingkungan  produksi yang berfungsi  dengan baik.
  3. pengurangan persediaan, symbol dari perusahaan kelas  dunia adalah keberhasilannya dalam mengurangi persediaan dalam waktu yang singkat.
  4. Kualitas produk yang tinggi, adalah  dasar persaingan produsen kelas dunia, dan para pelanggan menginginkan produk berkualitas dengan harga harga terendah.
IMPLIKASI UNTUK AKUNTANSI DAN SIA
PERUBAHAN DALAM TEKNIK AKUNTANSI
Informasi akuntansi biaya tradisional menekankan pada kinerja keuangan, bukan pada kinerja produksi. Berbagai teknik dan konvesi yang digunakan selama bertahun-tahun tidak mendukung berbagai tujuan baru perusahaan manufaktur kelas dunia. Berbagai kelemahan sistem akuntansi tradisional yang paling banyak disebutkan yaitu alokasi biaya yang tidak akurat, ketertinggalan waktu, orientasi keuangan, dan penekanan pada biaya standar.
PERUBAHAN DALAM PELAPORAN INFORMASI
MANAJEMEN AKTIVITAS
Manajemen aktivitas harus merupakan usaha tanpa henti dan berkelanjutan untuk perbaikan. Para manajer harus memahami aktivitas mana yang seharusnya dilakukan dan bagaimana cara terbaik untuk melakukannya. Terdapat dua tujuan dasar yang mengarahkan para manajer dalam tantangan ini:
1.       Para manajer harus menggunakan berbagai sumber daya ke aktivitas yang menghasilkan manfaat maksimal.
2.       Para manajer harus mencari cara untuk memperbaiki berbagai faktor yang paling penting bagi para pelanggannya.
berikut ini pekerjaan manajemen aktivitas yang membutuhkan dukungan dari informasi akuntansi jenis baru yaitu mengevaluasi aktivitas produksi, mengidentifikasi aktivitas yang tidak penting, mengidentifikasi penggerak biaya, membandingkan aktivitas dengan baku mutu,dan membuat hubungan antara aktivitas utama.
SISTEM INFORMASI KELAS DUNIA
Kunci dari sistem informasi kelas dunia adalah integrasi semua komponen fungsi dan teknologi sistem. Integrasi adalah perekat yang mengikat berbagai sistem bersama dan meliputi aplikasi akuntansi dasar, perhitungan biaya berdasarkan aktivitas, perencanaan kebutuhan bahan baku, perencanaan kapasitas, pengendalian persediaan, daftar kebutuhan bahan baku, jadwal produksi induk, perkiraan, entri pesanan,CAD, CAM, dan saluran komunikasi EDI.
KARAKTERISTIK SISTEM INFORMASI TRADISIONAL
Dalam lingkungan produksi tradisional, teknologi umumnya digunakan secara tidak beraturan dan tanpa rencana. Tujuannya sering kali untuk mengatasi masalah berulang tertentu untuk bagian tertentu tanpa melihat integritas teknologi dalam keseluruhan proses.
SAP: CONTOH SISTEM INFORMASI KELAS DUNIA
SAP AG adalah perusahaan jerman yang didirikan pada tahun 1972 di waldorf, jerman, oleh beberapa karyawan IBM. Tujuan pembukaan usaha mereka adalah untuk menciptakan paket bisnis terintegritas yang dapat melayani perusahaan besar dalam industri manufaktur.
SAP R/3
Produk terpenting SAP disebut sebagai SAP R/3. Ini adalah sistem berbasis klien/server yang beroperasi di bawah sejumlah sistem operasi dan konfigurasi jaringan.
ISU PENGENDALIAN DALAM WCIS
Tingginya tingkat otomatisasi dalam WCIS menciptakan sejumlah isu pengendalian khusus yang menjadi perhatian para akuntan. Tujuan dalam pembahasan ini adalah untuk mengarahkan perhatian pada berbagai potensi resiko yang harus ditangani oleh pihak manajemen dan akuntan.
LINGKUNGAN TANPA KERTAS
WCIS sebenarnya dapat meniadakan arus dokumen kertas tradisional dalam siklus pesanan-pengiriman-faktur-pembayaran karena sistem tersebut memungkinkan berbagai transaksi dilakukan, dicatat, disetujui, dan dilaksanakan secara elektronik. Dokumen kertas sangat mahal dari segi biaya penanganannya dan kesalahan entri datanya. Oleh karena itu, dokumen kertas akan dicetak, ditangani, dan disimpan hanya jika benar-benar dibutuhkan.
TRANSAKSI OTOMATIS
Penggunaan EDI secara ekstensife untuk pemerosesan transaksi meniadakan dokumen sumber tradisional yang memiliki tanda tangan dan yang memberi bukti otorisasi transaksi. Berdasarkan kejadian peristiwa seperti penerimaan pesanan penjualan atau persediaan yang jatuh di titik pemesanan ulang, transaksi akan secara otomatis dijalankan oleh sistem MRP dan ditransmisikan melalui EDI. Pihak manajemen dan para akuntan mencari berbagai kepastian berikut ini dalam kaitannya denga kinerja sistem.
·         Sistem memasukkan pesanan hanya ketika persediaan dibutuhkan.
·         Pesanan persediaan dimasukkan hanya untuk pemasok yang disetujui.
·         Jumlah barang yang dipesan benar sesuai kebutuhan perusahaan.
·         Prosedur yang diprogramkan secara tepat mencocokkan dokumen pengendali elektroniknya sebelum memulai fungsi pembayaran.
PERTIMBANGAN PEMBENTUKAN JARINGAN

WCIS akan didesain disekitar rangkaian local area network, minikomputer, dan atau mainframe, tergantung pada kebutuhan produsennya. Arsitektur jaringan dapat melibatkan distribusi basis data dan tanggung jawab pemerosesan transaksi di antara berbagai pengguna dibeberapa lokasi. Teknologi terdistribusi memiliki bebrbagai implikasi dalam hal akurasi dan konsistensi catatan akuntansi. 

Sabtu, 09 November 2013

PENERAPAN AKUNTANSI AKRUAL DI INDONESIA

Reformasi pengelolaan keuangan negara masih terus dilakukan secara berkelanjutan. Hal ini dimaksudkan agar amanat yang tertuang dalam pasal 3 ayat (1) Undang-undang (UU) Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara, yang mengharuskan Keuangan Negara dikelola secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan, efisien, ekonomis, efektif, transparan dan bertanggungjawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan, dapat semakin diwujudkan.
Salah satu bentuk usaha berkelanjutan tersebut adalah dengan menetapkan Standar Akuntansi Berbasis Akrual yang ditetapkan dalam bentuk Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) sebagai pengganti dari Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP). Penerapan PP No. 24 Tahun 2005 memang masih bersifat sementara, hal ini sesuai dengan amanat yang tertuang dalam pasal 36 ayat (1) UU No. 17 tahun 2003 yang menyatakan bahwa selama pengakuan dan pengukuran pendapatan dan belanja berbasis akrual belum dilaksanakan maka digunakan pengakuan dan pengukuran berbasis kas. Sementara itu untuk pengakuan dan pengukuran pendapatan dan belanja berbasis akrual menurut pasal 36 ayat (1) UU No. 17 tahun 2003 harus dilaksanakan selambat-lambatnya dalam 5 (lima) tahun.
Dengan ditetapkanya PP No. 71 Tahun 2010 maka penerapan sistem akuntansi pemerintahan berbasis akrula telah mempunyai landasan hukum. Dan hal ini berarti juga bahwa Pemerintah mempunyai kewajiban untuk dapat segera menerapkan SAP yang baru yaitu SAP berbasis akrual. Hal ini sesuai dengan pasal 32 UU No. 17 tahun 2003 yang mengamanatkaan bahwa bentuk dan isi laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBN/APBD disusun dan disajikan sesuai dengan SAP. Dan hal ini ditegaskan dalam pasal 4 ayat (1) PP No. 71 Tahun 2010 menyebutkan bahwa Pemerintah menerapkan SAP Berbasis Akrual. SAP tersebut disusun oleh Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP) yang independen dan ditetpkan dengan PP setelah terlebih dahulu mendapat pertimbangan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Penerapan sistem akuntansi berbasis akrual di pemerintahan menyajikan tantangan baru, untuk itu agar proses penerapannya dapat berjalan dengan baik perlu dibuatkan suatu pedoman yang dapat menjelaskan proses pembangunan sistem akuntansi pemerintahan berbasis akrual ini secara lebih detil. Dan hal ini ditegaskan dalam pasal 6 PP No. 71 Tahun 2010, dimana ayat (2) - nya menyebutkan bahwa Sistem Akuntansi Pemerintahan Pada Pemerintah Pusat diatur dengan Peraturan Menteri Keuangan yang mengacu pada pedoman umum Sistem Akuntansi Pemerintahan. Dan ayat (3) - nya menyebutkan bahwa Sistem Akuntansi Pemerintahan Pada Pemerintah Daerah diatur dengan Peraturan Gubernur/Bupati/Walikota yang mengacu pada pedoman umum Sistem Akuntansi Pemerintahan. Sementara pedoman umum Sistem Akuntansi Pemerintahan tersebut ditetapkan dalam bentuk Peraturan Menteri Keuangan dan khusus untuk Pemerintah Daerah Peraturan Menteri Keuangan tersebut ditetapkan setelah Menteri Keuangan berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri, hal ini sesuai dengan amanat yang tertuang dalam pasal 6 ayat (4) PP No. 71 Tahun 2010.

Dengan demikian pada saat ini merupakan masa persiapan dan peralihan bagi instansi pemerintah untuk melakukan perubahan penggunaan basis akuntansi dalam pencatatan dan pelaporan keuangan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Keuangan Negara.

untuk lebih lengkapnya silahkan download disini >> Makalah lengkap

7th HADAYS ( 7th Hasanuddin Accounting Day's )

Hadays (Hasanuddin Accounting Days) merupakan salah satu program kerja dari Ikatan Mahasiswa Akuntansi (IMA) Universitas Hasanuddin yang diadakan setiap tahunnya.Pada kegiatan tersebut terdapat beberapa rangkaian acara yang dilakukan dalam b
eberapa hari, makanya dinamakan Accounting Days.Tahun ini adalah Hadays yang ke-7 yang diadakan oleh Ikatan Mahasiswa Akuntansi (IMA) Universitas Hasanuddin.
7TH HADAYS akan diadakan mulai tanggal 18 sampai tanggal 22 Januari 2014 dengan mengangkat grand tema “Enhancing Public Sector With Accountability.”Tema tersebut diangkat karena adanya rasa prihatin terhadap kondisi sektor publik yang semakin marak dengan perilakufraud dan masih jauhnya dari Good Governance and Clean Government.Hal tersebut tidak terlepas dari penggunaan akuntansi itu sendiri. Akuntansi dianggap sebagai pisau dengan dua sisi,satu sisi bisa membawa kemaslahatan dan sisi lain bisa menjadi macan yang siap menerkam. Seyogyanya akuntansi digunakan sebagai alat akuntabilitas tapi dengan berbagai bentuk penyalahgunaan, akuntansi menjadi pendukung berbagai fraud yang merajalela di sektorpublik.Melalui tema tersebut, kita berharap dari kegiatan ini akan muncul berbagai solusi untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan akuntabel, kita dapat membuka pola pikir masyarakat khususnya yang memiliki peranan dalam sektor publik tentang fungsi sebenarnya akuntansi sehingga harapan kita bersama yakni terwujudnya Good and Clean Government  dapat menjadi kenyataan.
Pada Hadays kali ini kita akan lebih memusatkan perhatian pada akrual basis yang diterapkan dalam sektor publik, hal tersebut terkait dengan PP 71 yang mengharuskan pemerintah menggunakan full acrualselambat-lambatnyapadatahun2015 . Ini adalah pembicaraan yang hangat untuk kita bahas karena ada banyak sisi yang tentunya perlu diperhatikan.Full acrual tentunya tidak serta merta dapat diterapkan begitu saja, butuh persiapan baik dari segi infrastruktur maupun dari sumber daya yang ada di sektor publik itu sendiri.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberi kontribusi terhadap berjalannya peraturan tersebut. Melalui akrual basis diharapkan menjadi solusi untuk mewujudkan pemerintahan yang akuntabel dan lebih bersih.
Ada beragam rangkaian kegiatan yang diadakan pada 7TH HADAYS ini, diantaranya:
  1. Seminar Nasional dengan tema “Enhancing Accountability In Public Sector With Accrual Basic”
  2. Workshop dengantema “Implementation of Accrual Basic in Public Sector”
  3. Lomba Paper antar mahasiswa se-Indonesia dengan tema “Quo Vadis Accounting In Current Sector Public”
  4. Accounting Student Award (ASA), yaitu lomba akuntansi antar SMA dan SMK




Siklus Pengeluaran Bagian II: Prosedur Pemrosesan Gaji dan Aktiva Tetap

A.      Sistem Konseptual Penggajian
Pemrosesan gaji pada kenyatannya merupakan sistem pembelian kasus khusus. Secara teori, cek gaji dapat diproses melalui sistem utang usaha dan pengeluaran kas regular.
Adapun kelemahan dari sistem ini antara lain:
1.       Perusahaan dapat mendesain prosedur pengeluaran umum yang diterapkan untuk semua pemasok.
2.       Prosedur pengeluaran umum didesain untuk mengakomodasi arus transaksi yang relative lancer.
3.       Penulisan cek kepada karyawan memerlukan pengendalian khusus.

Sistem penggajian memiliki tugas-tugas utama yaitu dimulai dari personalia, produksi, akuntansi biaya, penggajian, departemen utang, pengeluaran kas, dan buku besar umum.yang di jelaskan sebagai berikut :
·         Departemen Personalia. Departemen personalia menyiapkan dan menyerahkan ke departemen penggajian berbagai formulir kegiatan personalia.
·         Departemen Produksi. Karyawan produksi menyiapkan dua jenis kartu catatan waktu kerja: kartu pekerjaan dan kartu waktu.
·         Pembaruan Akun Barang Dalam Proses. Setelah departemen akuntansi biaya mengalokasikan biaya tenaga kerja ke akun WIP sebagai tenaga kerja langsung atau overhead, pembebanan ini dirangkum dalam rangkuman distribusi tenaga kerja  dan diteruskan ke departemen buku besar umum.
·         Menyiapkan Penggajian. Departemen penggajian menerima tariff pembayaran dan data pemotongan gaji dari departemen personalia dan data jam kerja dari departemen produksi. Staf administrasi di departemen ini melakukan pekerjaan berikut:
1.       Menyiapkan daftar gaji yang menunjukkan pembayaran bruto, pemotongan, pembayaran lembur, dan pembayaran bersih.
2.       Memasukkan informasi di atas ke catatan penggajian karyawan.
3.       Menyiapkan cek gaji untuk karyawan.
4.       Mengirim cek gaji ke pengeluaran kas dan salinan daftar gaji ke utang.
5.       Menyimpan kartu waktu, formulir kegiatan personalia, dan salinan daftar gaji.
·         Menyiapkan Akun Hutang. Staf administrasi utang usaha memeriksa kebenaran daftar gaji dan menyiapakan dua salinan tanda terima pengeluaran kas sejumlah gaji tersebut.
·         Menyiapkan Pengeluaran Kas. Staf administrasi menerima tanda terima pengeluaran kas dan daftar gaji. Satu cek untuk seluruh jumlah gaji ditulis dan disetor ke akun gaji.
·         Menyiapkan Buku Besar Umum. Departemen buku besar umum menerima rangkuman distribusi tenaga kerja dari bagian akuntansi biaya dan tanda terima pengeluaran kas dari utang usaha.

B.      Pengendalian Penggajian
Otorisasi Transaksi
Formulir kegiatan personalia memberikan pengendalian otorisasi yang penting dalam sistem penggajian. Dokumen ini penting untuk mencegah penipuan penggajian dengan mengidentifikasi karyawan yang di otorisasi. Formulir kegiatan personalia memungkinkan departemen penggajian menyimpan daftar karyawan saat ini, yang dibandingkan dengan kartu waktu.
Pemisahan  Tugas
Fungsi penjagaan waktu harus dipisahkan dari fungsi personalia. Departemen personalia memberikan informasi tarif pembayaran ke bagian penggajian untuk karyawan yang dibayar per jam.
Supervisi
Wilayah lain yang berisiko adalah penjagaan waktu. Kadang-kadang karyawan memasukkan kartu untuk karyawan lain yang terlambat atau absen. Supervisor harus mengamati proses ini dan merekonsiliasikan kartu waktu dengan kehadiran actual.
Catatan Akuntansi
Jejak audit untuk penggajian meliputi dokumen-dokumen berikut:
1.       Kartu waktu, kartu pekerjaan, dan bukti kas keluar.
2.       Informasi jurnal, yang berasal dari rangkuman distribusi tenaga kerja dan daftar gaji.
3.       Akun buku besar pembantu, yang berisi catatan karyawan dan berbagai akun pengeluaran.
4.       Akun buku besar umum: pengendalian penggajian, kas, dan akun dana gaji.
Pengendalian Akses
Aktiva yang berkaitan dengan sistem penggajian adalah tenaga kerja dan kas. Keduanya dapat disalahgunakan melalui akses yang tidak benar ke catatan akuntansi. Pengendalian atas akses ke dokumen sumber dan catatan dalam system pembayaran merupakan hal penting seperti halnya dalam semua siklus pengeluaran.
Verifikasi Independen
Contoh-contoh pengendalian verifikasi independen dalam sistem penggajian yaitu verifikasi jam kerja, pengurus pembayaran, utang usaha, dan buku besar umum.
C.      Sistem Penggajian Fisik
Sistem Penggajian Manual
1.       Otorisasi penggajian dan jam kerja masuk departemen penggajian dari dua sumber berbeda: personil dan produksi.
2.       Departemen penggajian menyatukan informasi ini, menghitung daftar gaji, dan mendistribusikan gaji kepada karyawan.
3.       Akuntansi biaya menerima informasi tentang waktu yang dihabiskan untuk setiap pekerjaan dari produksi. Ini digunakan untuk posting ke akun WIP.
4.       Hutang menerima informasi penggajian ringkasan dari departemen penggajian dan wewenang departemen pengeluaran kas untuk deposit cek tunggal, dalam jumlah total gaji, dalam rekening imprest bank pada daftar gaji yang diambil.
5.       Para buku besar departemen ringkasan informasi dari akuntansi biaya dan hutang. Rekening kontrol diperbarui untuk mencerminkan transaksi ini.
D.      Sistem Penggajian Berbasis Komputer
Otomatisasi Sistem Pengajian Menggunakan Pemrosesan Batch
Implikasi Pengendali
Kekuatan dan kelemahan dari system ini sama dengan kekuatan dan kelemahan dalam system batch untuk system pengeluaran umum yang dibahas sebelumnya. Sistem ini mengedepankan keakurantan akuntansi dan mengurangi kesalahan dalam menulis cek.
Merekayasa Ulang Sistem Penggajian
Untuk perusahaan berukuran sedang dan besar, pemrosesan gaji sering kali disatukan dalam system manajemen sumber daya manusia-MSDM. Sistem MSDM menagkap dan memproses sejumlah besar data yang berkaitan dengan personalia, termasuk tunjangan karyawan, perencanaan tenaga kerja, relasi tenaga kerja, keterampilan tenaga kerja, kegiatan personalia, juga gaji.
Personalia
Departemen personalia melakukan perubahan dalam file karywan secara real-time melalui terminal.
Akuntansi Biaya
Departemen akuntansi biaya memasukkan data biaya pekerjaan (real-time atau setiap hari) untuk menciptakan file pemanfaatan tenaga kerja (labor isage file)
Penjagaan Waktu
Ketika menerima kartu waktu yang sudah disetujui dari supervisor pada tiap akhir minggu, departemen penjagaan waktu membuat file kehadiran saat ini.
Pemrosesan Data
Pada akhir periode kerja, tugas-tugas berikut ini dilakukan dalam proses batch:
1.       Biaya tenaga kerja didistribusikan ke berbagai WIP, overhead, dan akun biaya
2.       File rangkuman distribusi tenaga kerja on-line diciptakan. Salinan dari file ini dikirim ke departemen akuntansi biaya dan buku besar umum
3.       Daftar gaji on-line diciptakan dari file kehadiran dan file karyawan. Salinan dari file ini dikirim ke departemen utang dan pengeluaran kas.
4.       File catatan karyawan diperbarui
5.       Cek penggajian disiapkan dan ditandatangani.
6.       File bukti pengeluaran diperbarui dan satu cek disipkan untuk dana yang akan ditransfer kea kun dana gaji.
7.       Pada akhir pemrosesan, system tersebur menerima file rangkuman distribusi tenaga kerja dan file bukti pengeluaran dan memperbarui file buku besar umum.
E.       Sistem Aktiva Tetap
Aktiva tetap adalah properti, pabrik, dan peralatan yang digunakan dalam operasi bisnis. Item-item ini relatif permanen dan sering kali secara kolektif mencerminkan investasi keuangan terbesar perusahaan. Contoh dari aktiva tetap adalah tanah, gedung, perabotan, mesin, dan kendaraan. Tujuan spesifik dari system aktiva tetap adalah:
1.       Memproses akuisisi aktiva tetap ketika diperlukan dan sesuai dengan persetujuan dan prosedur manajmen formal
2.       Mempertahankan catatan akuntansi yang memadai dari akuisisi, biaya, deskripsi, dan lokasi fisik aktiva di dalam organisasi.
3.       Mempertahankan catatan depresiasi yang akurat untuk aktiva-aktiva yang dapat disusutkan sesuai dengan metode-metode yang wajar.
4.       Menyediakan informasi bagi pihak manajemen yang dapat membantu merencanakan investasi aktiva tetap di masa yang akan datang.
5.       Mencatat penghapusan aktiva tetap dengan benar.

Logika Sistem Aktiva Tetap
Akuisisi Aktiva
Akuisisi aktiva biasanya dimulai dari manajer departemen (pengguna) yang melihat kebutuhan untuk mendapatkan aktiva tetap yang baru. Prosedur otorisasi dan persetujuan yang terlibat dalam transaksi ini akan bergantung pada biaya aktiva tersebut. Dalam keputusan ini, manajer departemen sering kali memiliki otoritas umum untuk menyetujui pembelian aktiva tetap yang tidak mahal.
Pemeliharaan Aktiva
Pemeliharaan aktiva melibatkan saldo akun buku besar pembantu aktiva ketika aktiva tersebut menyusut sepanjang waktu pemakaiannya. Beberapa metode depresiasi umum yang digunaakan adalah garis lurus, jumlah digit tahun, saldo menurun ganda, dan unit produksi.
Penghapusan Aktiva
Ketika aktiva mencapai titik akhir dari umur ekonominya atau ketika manajemen memutuskan untuk menghapusnya, aktiva tersebut harus dihapus dari buku besar pembantu aktiva tetap. Proses ini di mulai ketika manajer yang bertanggung jawab atas aktiva tersebut mengeluarkan permintaan untuk menghapus aktiva tersebut.
F.       Sistem Aktiva Tetap Berbasis Komputer
Prosedur Akuisisi. Proses dimulai ketika staf administrasi akuntansi aktiva tetap menerima laporan penerimaan dan bukti kas keluar. Dokumen – dokumen ini menyediakan bukti bahwa perusahaan secara fisik telah meneima aktiva tersebut dan menunjukkan biayanya.
Pemeliharaan Aktiva. Sistem aktiva menggunakan jadwal depresiasi untuk mencatat transaksi-transaksi depresiasi pada akhir periode secara otomatis.
Prosedur Penghapusan. Laporan penghapusan secra resmi mengotorisasi departemen aktiva tetap untuk menghilangkan aktiva yang dihapus tersebut dari buku besarnya.

Mengendalikan Sistem Aktiva Tetap
Pengendalian Otorisasi
Akuisisi aktiva tetap harus formal dan secara eksplisit diotorisasi. Setiap transaksi harus dimulai dengan permintaan tertulis dari pengguna atau departemen.
Pengendalian Supervisi
Karena aktiva modal secara luas didistribusikan ke seluruh perusahaan, aktiva ini rentan terhadap pencurian dan penyalahgunaan, dibandingkan dengan persediaan yang aman disimpan dalam gudang. Oleh karena itu, supervise manajemen merupakan elemen yang penting dalam keamanan fisik aktiva tetap.
Pengendalian Verifikasi Independen
Secara berkala, auditor internal harus memeriksa akuisisi aktiva dan prosedur persetujuan untuk menentukan kelayakan factor yang digunaka dalam analisis.